Tampilkan postingan dengan label knalpot pulsar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label knalpot pulsar. Tampilkan semua postingan

Tips & Trik melindungi Karat pada leher knalpot

Karat yang menghiasi leher knalpot memang nggak enak dilihat. Apalagi dijilat? Bisa melepuh lidah ente. Mudah berkarat karena suhu yang timbul di leher knalpot lebih panas dibanding bagian ujung. Sehingga kotoran memang gampang lumer di sini. Maka, jadi ikut membantu timbulnya karat.

Karat memang merugikan, kalau yang menguntungkan emas 24 karat dong. Untuk itu karat harus segera ditumpas. Bersama Aprianto, mari bersama-sama hilangkan korosi. Dia mekanik punya markas di Cemerlang Motor, Jl. Raya Hankam, No. 135, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Pertama, siapkan oli bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Kemudian hidupkan mesin kira-kira 5 menit biar knalpot panas. Panas knalpot bisa diketahui dengan cara mendekatkan telapak tangan di sekitar leher knalpot, awas jangan dipegang, entar malah tangan ente yang karatan.“Makin panas knalpot, malah semakin bagus,” ujar Apri.

Sekali lagi bukan bagus dipgang. Kalau knalpot sudah panas baru deh oli bekas tadi disiapkan. Langsung oleskan ke leher yang berkarat. Eits jangan kaget kalau waktu ngolesin leher knalpot tiba-tiba keluar asap. Itu bukan jin yang mau nongol, tapi oli yang sudah diolesin menguap gara-gara panas tadi.

Bukan sulap bukan sihir karat yang nemplok di leher knalpot katanya rontok dan bersih kembali setelah kira-kira dua hari. “Nanti karat yang nemplok di leher knalpot hilang sendirinya. Sedikit demi sedikit” tambah pria asal Bukittinggi ini.

aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan knalpot

1. L = panjang pipa knalpot yang akan dibuat (ini berkaitan dengan exhaust timing atau durasi out camshaft dan max rpm yg diharapkan setelah ganti knalpot, tentu tiap motor akan berbeda)
2. ET = Exhaust Timing (ini yg sangat berpengaruh, untuk menentukan kapan gas akan dibuang, untuk itu cari spek exhaust timing motor masing2 sebelum datang ke tukang knalpot, perhatikan juga yg sudah dioprek camshaftnya, karena pasti durasi outnya berbeda dengan standar)
3. MAX RPM (ini untuk menentukan peak yg dimau dan yg diharapkan setelah ganti knalpot)
4. D = Diameter pipa (tentunya ini berkaitan dengan CC motor masing2 dan panjang knalpot/silenser yg diinginkan, so tentukan dulu bentuk dan dimensi silenser (terutama panjangnya) karena ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran gas buang)
5. CC adalah kapasitas silinder
6. L adalah panjang knalpot (ini yg juga harus diperhatikan, ingin mantab torsi atau top)

rumus atau hitung hitungan membuat knalpot custom buat p220 mesin standar?

Rumus Buat Knalpot 4 Tak..

L = ( 850 x ET ) / MAX RPM – 3

L = panjang pipa knalpot yang akan dibuat
ET = Exhaust Timing, kapan klep buang mulai membuka sebelum TMB
MAX RPM = RPM yang dimau untuk mendapatkan puncak tenaga
Contoh :
Mesin motor balap saya timing exhaust mulai membuka 80 derajat sebelum TMB , maka perhitungannya adalah
L = ( 850 x 260 ) / 10,000 – 3
L = 19.1 inches = 485 mm

Kemudian kita akan mementukan diameter pipa knalpot yang dibutuhkan =
D = sqrt ( CC / ((L + 3) x 25) ) x 2.1

D adalah diameter pipa yang diinginkan
CC adalah kapasitas silinder
L adalah panjang knalpot
Maka diameter pipa knalpot untuk motor saya adalah :
D = sqrt ( 171 / ((19.1 + 3 ) x 25) ) x 2.1
D = 29 mm
sqrt = 0.317 = 0.563

CONTOH LG :
L = ( 850 x ET ) / MAX RPM – 3

L = panjang pipa knalpot yang akan dibuat
ET = Exhaust Timing, kapan klep buang mulai membuka sebelum TMB
MAX RPM = RPM yang dimau untuk mendapatkan puncak tenaga

Skywave saya timing exhaust mulai membuka 60 derajat sebelum TMB , maka perhitungannya adalah
L = ( 850 x 240 (hasil dari 180+60) ) / 8,000 – 3
L = 22.5 = 485 mm

Kemudian kita akan mementukan diameter pipa knalpot yang dibutuhkan =
D = sqrt ( CC / ((L + 3) x 25) ) x 2.1

D adalah diameter pipa yang diinginkan
CC adalah kapasitas silinder
L adalah panjang knalpot

Maka diameter pipa knalpot untuk skywave saya adalah :
D = sqrt ( 202 / ((22.5 + 3 ) x 25) ) x 2.1

Pertama itung dulu 22.5 + 3 = 25.5

Kedua 25.5 x 25 = 637.5

Ketiga 202/637.5 = 0.317

Keempat SQRT 0.317 = 0.563

Kelima 0.563 x 2.1 = 1.182
Keenam 1.182 x 25.4 mm = 30 mm